Prajurit wanita dalam warta

Kamis, 19 Mei 2016

Wayang Purwa Jawa, Klasik Nan Berharga

Wayang purwa merupakan bentuk pementasan wayang kulit terkenal di Jawa. Meskipun sudah sangat tua, tradisional dan klasik, wayang kulit mampu bertahan dalam perjalanan waktu, menyesuaikan dengan ide dan kebutuhhan zaman.

Wayang purwa memiliki banyak fungsi, dulu sebagai alat pemujaan nenek moyang sekarang terlihat dalam upacara adat seperti ruwatan, sadranan, bersih desa, selain itu digunakan sebagai alat pengajaran keagamaan, pendidikan dan penerangan, untuk menanamkan tolak ukuran moral.

Wayang senantiasa menjadi sumber hiburan.

Dalam pementasannya wayang purwa dibagi dalam tiga bagian kisah besar yaitu pathet nem, pathet sanga, dan pathet manyura yag bermakna kelahiran, pertumbuhan dan kematian. Ketiganya merupakan lambang lingkaran hidup manusia dalam pandangan tradisional Jawa.

Unsur yang paling menarik dari pementasan wayang purwa adalah pesan terselubung disetiap cerita. Pesan tersebut dapat berkaitan dengan masalah dalam masyarakat, mengkritik keadaan sosial dan bahkan membangun semangat reformasi.

Unsur penting lainnya adalah kemampuan dalang memainkan tokoh wayang dan lelucon tajam yang ditampilkan oleh punakawan dalam peran mereka sebagai abdi setia yang bertugas menghibur dan memberi nasihat. Punakawan merupakan sesuatu yang khas karena tidak ditemukan dalam cerita India asli. Sebuah pergelaran wayang juga membawa pesan moral, etika dan sikap hidup.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Ordered List

Sample Text

Definition List

Theme Support