Rabu, 11 Mei 2016
Jejak Titanic di Samudra Atlantik
Titanic, siapa yang tak kenal kapal legendaris sepanjang abad ini, kapal yang menjadi kebanggaan negeri dianggap paling mewah dan aman pada akhirnya tkaram di dekat Atlantik Tengah. Hampir 1.500 orang tewas dalam tragedi. Banyak yang tak bisa membayangkan kapal termegah itu dapat tumbang oleh gunung es.
14 April 1912 menjadi tanggal Titanic tak mampu menghadapi alam. Jumlah korban tewas menunjukkan kesia-siaan dalam skala besar. Hanya 712 orang yang selamat dari 2.201 penumpang. Titanic pada akhirnya tidak pernah mencapai New York.
Walaupun kapten Titanic dan separuh perwiranya tewas dalam peristiwa itu, opini publik masih menginginkan agar ada yang bertanggung jawab. Banyak orang meyalahkan navigasi yang ceroboh, sementara yang lain menyalahkan kurangnya perahu penyelamat yang hanya tersedia ruang di sekoci untuk 1.200 orang.
Tragedi Titanic menjadi pelajaran yang berharga dan menghadirkan hukum maritim yang baru bagi dunia. Banyak perubahan dalam pengaturan keamanan dan berlanjut sampai sekarang, termasuk penyediaan perahu penyelamat dalam jumlah cukup.
Sebelumnya kapal Titanic diyakini tidak terbagi menjadi dua namun anggapan tersebut berubah setelah ditemukan bangkai Titani 7 dekade setelah tragedi, karena tahun 1980 baru ditemukan peralatan deteksi elektronik. Sisa-sisa kapal ditemukan oleh Dr. Robert Ballard dan Jean Louis Michel pada September 1985.
Sejak itu, RMS Titanic, InC., sebuah perusahaan yang diberi hak pemilikan penyelamatan, telah melakukan tujuha ekspedisi penelitian dan penyelamatan, telah melakukan 7 ekspedisi penelitian dan penyelamatan ke lokasi bangkai kapal. Pekerjaan itu telah menyelamatkan 5.500 benda, dari benda milik pribadi sampai bagian besar baja lambung kapal yang kuat.
Polemik bangkai kapal yang harus diangkat atau dibiarkan di lautan menjadi perbincangan. Sebagian orang meminta supaya Titanic diangkat karena menyadari bahwa kapal akan segera lapuk dan benar-benar hancur dalam waktu dekat. Yang lain merasa Titanic merupakan sebuah kuburan raksasa sehingga tak pantas jika harus diangkat dari dalam laut.
Satu hal yang pasti, publik selalu terkesan oleh kisah tragis kapal besar ini. Minat terhadap kisahnya telah dibuktikan oleh suksesnya buku-buku dan film tentang bencana itu. Film yang masih saja bergeming hingga kini, Titanic merupakan karya James Cameron, pada tanggal 1997 yang dibintang Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet menjadi film terlaris pada saat itu.






0 komentar:
Posting Komentar